Plen ni gw dapet dari blog temen, gw rasa ini cukup bagus jadi gw post aja di sini. :-)
RENOVASI
Masih adakah ruang untuk kita
Padahal rumah ini kitalah yang mendesainnya
Pondasinya kita susun begitu kuat
Bahkan badai tsunamipun tak akan sanggup merobohkannya
Renovasi pertama kita lakukan
Ketika kita sadar rumah ini terlalu rapat
Tak ada ventilasi udara di dinding-dindingnya
Udara menjadi lembab dan pengap
Meski tungku selalu kita nyalakan
Tetapi suasana dingin tetap menyelimuti kita
Penyakit-penyakit ringanpun mulai menggerogoti raga
Lalu kita buat celah-celah, yang memungkinkan
Udara dan sinar matahari bisa masuk ke dalamnya
Sejak itu, wajahmu mulai sumringah
Semangatmu kembali merajah
Renovasi kedua kita lakukan
Ketika kau beranggapan bahwa pintu rumah ini terlalu kuat
Padahal selama ini kita tak pernah kesulitan untuk membukanya
Bukankah dulu kau pernah bilang, “jika ingin rumah ini aman,
maka pintunya harus kuat, sehingga tak ada pencuri yang bisa masuk”
Lagi-lagi aku mengalah, lalu kau gantilah pintu itu dengan yang lebih ringan
Renovasi ketiga kita lakukan
Setelah sebelumnya kau dengan hati-hati mengatakan kepadaku
Bahwa kau ingin memberiku madu.
Lalu kau buat sebuah ruang, di samping kamar kita
Kau desain dan kau isi perabotan yang sama dengan kamar kita
Agar aku tak merasa tersisih
Meski dengan perasaan getir, kutelan madu yang kau berikan
Begitulah, beberapa kali kita renovasi rumah yang berpondasi kokoh itu
Dan pada renovasi yang terakhir, sebagian pondasi tiba-tiba runtuh
Memporak-porandakan ruangan milik kita hingga tak bersisa
Mengubur semua kenangan yang pernah kita buat bersama
Tubuhku terlalu rapuh untuk terus menerus
menghirup debu-debu yang berterbangan
setiap kali para pekerja bangunan itu mulai bekerja
bulu-bulu hidungku tak kuat lagi menyaring aroma cat
yang meleleh pada dinding-dinding bangunan baru rumah kita
Telingaku tak sanggup lagi mendengar suara-suara lebah yang kau simpan
Hampir di setiap ruangan yang ada di rumah kita
Mereka mendengung manakala jari jemarimu meremas-remas tubuh mereka
Satu persatu organ-organ yang ada di dalam tubuhku tanggal
Teracuni oleh sengatan bisa lebah-lebahmu
PENGKHIANATAN
Sepi telah mencabik-cabik hasratmu menjadi ribuan nafsu
Lalu kau jadikan senjata untuk mengkhianatiku
Di balik keluguan malam kau torehkan noda biru
Menyatu bersama nafas yang saling memburu
Gelap telah menjerumuskanmu ke tepi jurang yang curam
Di mana tak kau temukan celah tempat berpendarnya cahaya bulan
Membias bersama luruhnya dedaunan seperti lukisan buram
Kau banjiri kanvas dengan peluhmu dan peluh puan
Setitik nila kau teteskan di hamparan putih bersalju
Seketika warna putih berubah menjadi kelabu
Jika kemudian malam telah berubah siang
Lukisan itu tak jua terlihat terang

